Posts

Burung Kematian

    Mr. Sams nampaknya teramat letih, malam itu ia membiarkan jasnya tetap dalam balutan tubuhnya. Tidurnya sedikit gelisah, hal itu bisa disaksikan dari gestur tubuhnya. Sebentar-sebentar membalikkan badan ke kanan, lalu ke kiri sehingga istrinya terbangun. Mrs. Sams sesekali mengecup keningnya, ia pikir dengan begitu akan membuat suaminya merasakan tidur nyenyak.  Sementara Mrs Sams mendengar di luar terdapat nyanyian nyaring burung kematian, orang-orang mengutuk keberadaan burung itu dan menghakiminya bahwa burung itu membawa kabar kematian. Mengingat mitos tersebut istrinya memeluk erat suaminya, namun  Mr. Sams tidak menggubris, bahkan ia nyaris tidak nyaman dan tidak ingin tau menau tentang mitos burung kematian. Mr. Sams tetap melanjutkan tidurnya tanpa membalas pelukan Mrs. Sams, bahkan ia menatapnya sedikit aneh dengan pesan sorotan sadis.      Dikeesokan harinya suara burung kematian itu telah lenyap, matahari dari ujung timur sudah mena...

Kekasih Alexa #Part 1

Image
         Tidak jauh beda dengan malam-malam sebelumnya, terasa biasa saja hawanya—tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Hanya saja aku yang merasa berbeda. Ah ini adalah sebuah puitika untuk kekasihku, aku takut kau bosan mengetahuinya. Ini adalah kisah rinduku yang tidak pernah usai, tidak pernah usai meski terkadang tertabur kebencian, tercampur   kesedihan bahkan luka yang mendalam.          Aku bingung untuk memulai baitnya sayang, cerita ini tidak pernah usai—ah sayang atau mungkin aku yang tidak lincah   memparafrasa isi hatiku. Sayang katakanlah sesuatu untukku? Barangkali kata-katamu dapat membantuku menuangkan dalam sebuah tulisan. Atau sediakah kau menatapku lebih lama? Ah sayang aku hanya bercanda. Kau kan jauh berada di sana. –ppft  Kau pasti kesal denganku yang menjengkelkan ya Sayang?, tentu saja—katamu. “Kau memarahiku hampir setiap saat, entah tentang rambutku yang mulai memanjang se inchi, ku...

FUC*ING YEAH

“Ah tolol,” kata Sipon. Sipon berjalan tak tentu arah sambil menendang-nendang kerikil  yang ia temui. Bahkan ia sepertinya lupa kalau sepatunya mulai ‘mangap’ minta lem biru, ah barangkali merah. “Shit, Anjing” berkali-kali Sipon melontarkan kegelisahannya. “Kau pikir kau siapa?”  Sipon bertanya-tanya, lalu sebentar-sebentar tertawa.   “Aku beli jabatanmu, berapa? Ha? atau aku beli emakmu yang bekas DPR supaya kau terlihat seperti anjing yang najis di mata orang alim, Jawab? Jawab?” Sipon jalannya semakin sempoyongan, bukan karena mabok anggur merah, atau whisky . Hanya saja   ia dimabokkan dengan orang-orang disekitarnya dahulu.   Sumpah serapahnya   terus keluar   dari mulutnya. Bagi orang lain yang melihatnya itu ‘aneh’ tapi baginya ia puas, ia puas mengeluarkan apa yang perlu dikeluarkan, semacam ‘ tai yang lama mengendap di dubur akhirnya keluar ’. Hahahaha.   Dasar Sipon ! "Jangan menatapku aneh Njing” Sipon membentak an...

Selain Cantik Itu Luka, Cantik itu RIBET.!

Image
Sebenarnya definisi cantik itu apa sih? “cantik itu putih’ “cantik itu rambutnya lurus’ ‘cantik itu tinggi semampai’ ‘cantik itu...  “          Ah banyak deh pengertiannya dan tergantung sama kamu kamu, ya ! sakarepmu dewe. Hehhe. Intinya cantik mah ya cantik aja, udah gitu aja. But, anyway guys banyak loh yang nganggep kalau cantik itu ‘rambutnya harus lurus’ ehemm.. termasuk aku nih korban tuh stereotype. Duh mak. Sumpah seumur-umur tuh enggak pernah namanya pergi ke salon, bahkan untuk sekadar potong rambut aja sayang duwitnya. Tapi entah kesambet setan, iblis atau sekawannya dan tiba-tiba aku memutuskan untuk pergi ke salon untuk ‘meluruskan rambut’ jengjengjeng…FYI guys.. rambutku enggak keriting kok, hanya sedikit menggelombang ajah kayak ombak gituhhh…   cieleh..         Oh ya singkat cerita dah. . . jadi aku janjian sama mbak salon jam tujuh pagi (katanya takut ngantre) dannnnnn.. sialnya aku lupa kal...

Desir Kesunyian

             Malam ini aku menyusuri pantai yang teramat ramai. Debur ombak dan sepasang kasih yang berteriak-teriak saling bersahutan dan berhamburan mengisi kesunyian hatiku. Kadang aku terlanjur malu diam-diam memandang kekasih perempuan itu. Lelaki yang penuh kejutan, suka bercanda, tidak  seperti kekasihku dahulu;seorang pujangga yang lugu, matanya sayu karena begadang dengan rokok yang disesap setiap saat, setiap ia membuatkan puisi untukku. Puisi yang aku aku baca hingga berlarut-larut malam, hingga aku menatap-natap cermin tua yang terpasang di dindingku dan membuat cat biru mengelupas perlahan. Aku tersenyum “Ah iyakah mataku sebinar itu? “ ihihhi.. aku kemudian tersenyum lagi, meringis layaknya manusia yang baru saja waras dipulangkan dari rehabilitas.  Pastilah mereka melihatku sebagai orang asing, tentu, Aku tidak mengenalnya, dan sebaliknya mereka jua tidak mengenalku. Lelaki itu sepertinya nakal, ah matanya mengedi...

Terlahir Kembali

Image
        Mataku terbelalak, “Aku di mana,   Aku di mana?” suasananya sunyi, senyap, tiada apa pun yang ku dengar. “tidak, tidak—aku   tidak mungkin di dasar jurang”  aku terus berpikir-pikir mencari tahu keberadaanku. Tapi  ruangan ini terlalu sempit untuk disebut jurang. Sempit sekali, ya lebih sempit dari kamarku di rumah.        Aku berjalan mondar dan mandir, tidak sampai   terhitung berpuluhan meter karena setiap satu langkah maju, selangkah mundur semacam menabrak sesuatu. Aku coba berjalan menyamping, sama juga batinku—ke kanan juga ke kiri tetap saja sama hasilnya. Gelap, ya gelap bagaimana aku bisa tau aku berada di mana. Ponselku, aduh di mana ponselku? Aku semakin resah, padahal aku ingat persis kemarin baru saja aku membeli kuota. Bagaimana bias ponselku pergi begitu saja—kantong, ya di kantong. Ahh tetap saja tidak ada apa-apa;bahkan sisa gajianku minggu lalu.       Aku sepert...

Terkurung Dalam Kesuksesanku (Song Yun)

Image
                                                                 Sudah semenjak beberapa tahun yang lalu potretku di mana-mana. Katanya aku superstar. Bahkan banyak yang menggandakan potret wajahku, mulai di gandakan melalui ponsel, dicetak, poster-poster besar. Ah lengkap sudah.   “Song-Yunnnn.. Song-Yunnnn”   para wanita menyebut-nyebut namaku. Berjuta lautan manusia menunggu aku menyanyi, kemudian setiap gerak-gerikku selalu diperhatikan. Menjadi sorotan mata ke mata. Lensa kamera dan segala penjuru dunia. Terkadang di pagi hari aku masih di negaraku dan siangnya sudah   harus berada di Singapura, dilanjutkan perjalanan sore, malam. Siklus yang sama, berkeliling dari negara A,B,C, dan D. aku sudah tidak fasih menghitung angka, lupa berapa negara dalam seminggu yang aku kunjungi. Manajerku sudah menga...