Posts

Showing posts with the label Kumpulan Puisi

Ibu

Ibu, Tangannya  melemah dan kering tanpa handbody Rambutnya yang mulai beruban sana-sini Tubuhnya kurus penuh arti Matanya sayu, siang bekerja untuk anaknya, malam bekerja pada Tuhannya. Ia menjadi tonggak setiap masalah yang anak-anaknya hadapi;bahkan meski mereka sudah beristri, bersuami Meski kadang tak enggan menjadi musuh anaknya sendiri karena seleranya tak lagi sama. Di sepertiga malamnya ia berdoa Menahan sesak tangisnya sendiri Mengadu kepada Ilahi Rabbi Anaknya mulai  kurang peduli Anaknya sibuk dengan suaminya, dan anak-anaknya Sang Ibu berdoa 'Semoga nasibnya tidak menjadi ibu yang dilupakan anaknya' katanya lirih di dalam hati. Nafasnya sering tersengal menggambarkan perjuangan Bahunya tak sekekar binaragawati Tapi semangatnya tak pernah tersulut, dan keringatnyalah yang menjadi saksi. Dalam hening sepinya ia merindu Semasa kecil anaknya ditimang Semasa bayi anaknya disayang Kini Ia terkulai lemas dengan cerita pedihnya, Sekarang ia hidup den...

Musim

Image
Musim dingin tiba menerka bumi menghampiri perasaan pilu jiwaku. Musim Hujan rerintikan mengiringi kesepian atas kenangan-kenangan yang tak terelakkan. Musim panas usai bersama cinta yang lalu dan semu; Dan dari sekian jenis musim itu; Musim rindu adalah yang terberat bagiku; Dan kaulah alasan dibalik musim rinduku.                                 Yogyakarta, 11 November'18

Dosa Yang Paling Besar

Image
Dosa paling besar adalah mencuri.  Dosa lainnya adalah variasi dari mencuri.  Saat penjahat membunuh seseorang maka ia telah Mencuri nyawanya; Saat seseorang memperkosa wanita maka ia telah Mencuri kesuciannya; Saat  preman merampok isi rumahnya maka ia Sesungguhnya telah mencuri hartanya. Maka jangan coba-coba kau mencuri hatiku.  Aku takut jikalau kau mencuri hatiku; Engkau akan menjadi sangat berdosa.                               Yogyakarta, 11 November 2018 . Pada baris pertama dan dua adalah kalimat yang saya dapatkan pada sinopsis buku waktu saya mengunjungi toko buku. Sayangnya sampai sekarang saya lupa siapa nama penulisnya namun kata-kata itu terngiang-ngiang terus ditelingaku sampai pada akhirnya saya lanjutkan sendiri. Kalau mungkin ada yang tau siapa nama penulisnya, boleh yuk komen di kolom yang tersedia.

Romantisme Hidup

Image
Kesunyian itu terperanjat menuju alunan musik; Musik itu memainkan peran melodi syahdu Kesunyian malam itu sedikit terusik Ia ingin berlari dan mencari sambil lalu Angin malam mengetuk pelan dan berbisik Diamlah, dan berbaiklah kau menelanjangi kisahmu Kesunyian itu memanyunkan bibirnya yang epik Mendengarkan angin malam yang mahaguru Nyawa kesunyian itu menjadi lebih sunyi Angin malam mendustai rasa ‘sunyi’ Ia menerpa caranya sendiri dan melupakan tentang ‘sunyi’ Hingga ia lupa kesunyian itu menjadi sangat ‘sunyi’ Kesunyian itu turut berduka atas terlewatnya barisan lagu Ia meratapi dan sekedar merasa mengaggumi Sedangkan angin malam itu tenang tanpa pilu Ia membiarkan kesunyian membelenggu diri. Semakin jelas antara sunyi dan angin malam Ada garis perbedaan diantara kebahagian mereka Yogyakarta, October 18’ 18

The Last Day

Saat itu juga manusia berkabung atas dirinya Tidak ada yang mereka pedulikan selain dirinya Dirinya yang kebingungan atas dirinya Dirinya yang sibuk mencari-cari Tuhan Banyak diantara dirinya yang terlena fitnah Bahkan tak peduli sampingnya bermandikan nanah Sibuk menerka-nerka Sibuk meraba-raba Berlari-lari Kesana dan kemari Ada yang sibuk mengeringkan keringatnya Ada yang sibuk dengan cara berjalannya Air mata kering tidak mengalir lagi Alangkah dahsyat dan ngeri Dunia menjadi hamparan Hamparan yang menyeramkan Melebihi bencana di atas bencana Melebihi ketakutan yang paling menyiksa

My Life

Image
I laugh and spread cheerful like a sun I get happiness with them I see the world with a millions colours There are, yellow, pink wrapping the garden This soul grateful to God May I am afraid my future Bright? Or dark like a night without lamp But, wait. All be okay with them Smile again and reach happiness Share with a beautiful ways Like how the beautiful of rainbow Then, again  and again i am afraid something will be crack I pray, then make word to God I written about my husband future The man who has nice face Smart and romantic to treat my life.                                                                                             Yogyakarta, 28 Sept' 18. This poem is task from my lecturer whic...

Cinta Untuk Pujangga

Jika engkau pujangga Aku rela menjadi penamu Tapi jika memang jaman terlalu se-modern ini Tak apa aku menjadi keyboardmu Jelas sewaktu-waktu engkau membutuhkanku Engkau akan menuangkan segala rasa Sedih, senang, segala jenis kebahagiaan Melalui diriku  dalam genggamanmu Yogyakarta, 10 Sept. 2018

When I

When i say please let me alone that's fact that please accompany me. When i say give me a room for me. That's mean i need a room for us. And, when i say i can stand alone Its mean that i need your shoulder When my anger change be crying Its not mean i am weak Its just cause my heartbreaks My heartbreaks has problem Maybe a pain When my tears fall in the down Its not means i am dying Maybe there is no words to saying it Maybe there is no right language to say it Yogyakarta, 6 Sept. 2018

Aku dan Airmata

Pernahkah kau lelah berdo'a? Bingung ingin bercerita dengan siapa Keadaan menyiksa nyawa tanpa sapa Tidak ada pilihan selain mengeluarkan airmata; Tidak bahasa lisan, ataupun tulisan Sangat bermaknalah tiap buliran; Buliran air mata yang deras mengalir begitu saja Dan seketika aku menyadari siapa aku Dan bagaimana diriku Menyedihkan! Memilukan! Tidak lebih dari kucing yang terjepit Sakit yang berakit-rakit Sendu yang melejit Dan kekuatan yang menyempit Yogyakarta, 31 August 18.

Puisi Gila

Aku ingin gila sementara Biar saja otak tak ingat apa-apa Ketawa-ketiwi tak berharga Yang jelas aku bahagia.                             24 August 'Yogyakarta.

Puisi Untuk Pujangga

Aku mengaggumimu wahai pujangga; Katamu bak aroma surga terhirup masa; Manis  penuh pesona membingar dirasa; Aku menyukai duhai pujangga; Lihai penamu menuliskan keindahan cinta; Memuji segala tentang diriku; Dan menuliskan segala yang melekat ditubuhku; Tapi aku membencimu oh pujangga; Kau memutarbalikkan fakta lewat kata; Mendustai diriku dengan puisi cinta; Menipuku dengan rayuan di tiap bait nya; Ingin ku curi pena ditanganmu; Supaya tidak kembali menipu; Dan tak akan ada lagi gadis yang pilu ; Pilu seperti diriku karena dirimu.

R(s)(i)endu

Masih saja aku menyangkalnya Aku katakan tidak padanya Kata mereka aku rindu Tentu saja tidak begitu Bukan rindu Tapi sendu Beberapa hari tanpa kabarmu Setiap hari memandang bayangmu Tidak sanggup aku meraba Sekali lagi Ini sendu, bukan rindu Mataku yang selalu melihatmu Mataku yang penuh hadirmu Tapi tidak bertemu ragamu Sengaja membuat luka dihatiku 14, August 18 'Yogyakarta

Meet God in The Night

Meet God in the Night When the dark at the night The rain knocked of my heart The rain fall down in the ground The wind whispered slowly to me The midnight came My eyes opened I saw all the world I felt peace in my heart I was talking with God Without His face, His voice too But i knew all how The God showed me all I share all of me through praying to Him I found His love in my tears I am realized how the big my sin But i am realized too how the big i love God July, 29, Yogyakarta

Rumput hijau

Ceritakan apa yang telah kau lalui Kemudian berikan maaf kesalahan, Berikan kebanggaan atas kemenangan Pelajari seperti rumput ditanah Terinjak, tersambar air hujan Terbawa angin kekanan kekiri Tetaplah tegak  berdiri

Lelakiku

Lelakiku Seraut wajah tampanmu mempesona diperaduan malam hadir bersama bintang bintang juga terang benderang rembulan matamu jernih menatapku dalam kesendirian malam ingin aku mencumbumu aku memelukmu disepanjang malam aku buat cerita indah dimusim dingin aku mencumbumu dalam senja dan usai ketika fajar tiba ah..  aku merenungimu Kamu? Iya kamu, kemarilah datang dalam dahaga dipelupuk redup lampu kota aku katakan sesuatu untukmu Aku merindukanmu Ahhh.. bukan sekadar rindu bisikan hati berkata Aku mencintaimu Suara bisikan melepuh dalam gesekan angin malam menembus rerimbunan pohon menerjang bising kota memburu tepat ditelingamu bukan untuk mendengar suara merdu tapi suara kalbu adindamu 18'October 2017, Yogyakarta By Lifah